Thursday, November 10, 2016

Money : Can't Buy Your Happiness (1)

Bicara soal uang adalah hal yang rancu untuk dibahas, setiap orang membutuhkan uang dalam hidupnya! Entah itu Tua, muda , kaya , miskin. gak ada orang yang gak butuh uang. Seringkali saya mendengar ada orang berbicara " Ngapain cari uang dibelain sampai kerja siang malam" Saya yakin setiap siapapun yang pernah mengatakan hal itu belum pernah merasakan bagaimana rasanya seharian gak bisa makan karena tidak punya uang. Saya pernah ! Dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja tidak membuat saya patah semangat, Dulu saya masih ingat ketika saya menginjk usia SMP dimana saya masih nakal-nakalnya, suka minta belikan barang atau minta uang tanpa perduli orang tua saya pinjam uang atau tidak. yang penting saya bisa main , nongkrong dan beli barang bagus di Mall. 

image from google

Saya tidak pernah menyangka saya pernah melakukan hal itu, Saya pernah menuntut kenapa semboyan orang tua saya hanya cukup menyekolahkan saya sampai SMU. Saya pernah menyalahkan keluarga saya untuk hal buruk yang pernah terjadi di hidup saya. Tapi Thank to Allah karena lambat laun hidup saya mulai jelas dan saya mulai bisa berpikir dewasa. Lulus sekolah saya pernah mengajar dengan membuka LBB sendiri , berjalan 2 tahun dan berhenti karena mendapat cibiran dari banyak pihak mereka bilang kenapa saya yang lulusan SMU bisa ngelesin private ?! Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini jika ALLAH berkehendak. 

Hingga saat ini menginjak usia hampir 28 Tahun, saya sudah pernah merasakan pahitnya jatuh bangun dalam dunia pekerjaan , saya pernah bekerja di sebuah toko bunga di surabaya, awalnya saya menjadi bagian Administrasi disana tetapi lambat laun posisi saya bergeser, seketika saya seperti pembantu yang harus serba bisa ! Pernah saya disuruh membersihkan WC dan kursi duduk saya ditendang karena badan saya menuhin jalan . Saya marah, IYA tapi saya menyadari saya butuh uang saat itu , sampai pada titik penghabisan kesabaran saya. Saya mengundurkan diri.

Hidup saya tidak berhenti sampai disitu, Saya sempat tinggal di Pulau Dewata untuk mengadu nasib, sayang nasib baik belum berpihak ke saya, saya didepak karena kepala cabang saya tidak menyukai saya. Yang jelas saya tidak tahu saya melalukan apa sama dia , yang saya ingat dia pernah bilang " Kamu ini jelek, gendut kenapa banyak yang suka ?!" saya hanya tersenyum, saya berterimakasih atas semua hinaan dan rasa sakit saya dimasa lampau. Karenanya lah sampai detik ini saya masih mampu berdiri tegak berada di kedua kaki saya sendiri.

Perlu kalian tahu , saya anak terakhir dari empat bersaudara, kakak pertama saya perempuan dan suaminya sudah meninggal karena pembekuan cairan di otak, Punya dua anak, laki-laki dan perempuan. kakak kedua saya laki-laki, dia tidak bekerja seperti saya tgetapi dia membantu ibu saya mencarikan ikan di waduk untuk dijual di pasar, sejak ayah saya menderita stroke dan tidak bisa berjalan . kakak laki-laki saya sepenuhnya hidupnya diabdikan untuk orang tua kami . Saya menyadari bahwa saya tidak bisa sehebat dia, saya putuskan untuk tetap bekerja agar saya dapat membantu Ibu dan kakak saya dan mampu berobatkan Bapak setiap bulan. kakak ketiga saya menikah dan tinggal di madiun, pernah satu ketika di titik terendah dihidup saya , saya merasa sangat membutuhkan kakak saya ini tapi dia tidak bisa membantu saya dengan alasan keluarga kecilnya . Saya marah dan kecewa , sampai ibu saya menyadarkan saya dengan berkata " Nek cilik kuwi dulur nduk, tapi nek gedhe kuwi tonngo lumo" ( Kalau masih kecil itu saudara , tapi kalau besar itu tidak )

Saya berusaha bangkit dengan tertatih,saya lemah tetapi saya harus kuat. saya pernah menjalani 3 pekerjaan sekaligus dalam 3 bulan , Ibu saya bilang " Sudah nduk lepaskan , biar bebanmu ndak berat-berat" hati kecil saya menolak. saya berpikir bagaimana kalau saya nangti kekurangan uang ? bagaimana nanti kalau ibu saya sakit dan butuh berobat? Bagaimana kalau bapak saya minta pijit ?! Saya terus meminta kepada ALLAH karena hanya kepadaNYA lah saya menyembah dan kembali menyerahkan hidup saya. Luar biasa ALLAH tidak pernah meninggalkan saya seorang diri. ALLAH memberikan jalan keluar yang terdengar mustahil namun terjadi ! Kun Fayakun, apa yang sudah menjadi kehendakNYA maka jadilah !

image from google

Beberapa tahun terakhir saya kenal dengan seorang Ibu yang saya rasa beliau cukup punya pengaruh di Surabaya, Pembantunya saja lebih dari lima, Rumahnya mewah dengan mobil berjejer di Garasi. Saya bahagia melihatnya dan berdoa, Ya ALLAH semoga suatu hari nanti engkau juga mempercayaiku untuk merasakan nikmat seperti ini. Tetapi kilau mewah tidak selamanya mewah teman, ada banyak kekecewaan, keraguan, amarah, emosi, ambisi dan kepalsuan. Iya , saya melihat itu . Roda hidup itu berputar tidak selamanya kita di bawah dan tidak selamanya kita diatas , Tapi bagaimana dengan mereka yang punya uang Milyaran atau bahkan Triliunan sampai bisa mengadakan pesta dengan budget yang fantastis. Terkadang saya berpikir , Manusia itu kadang aneh. mereka bisa menghamburkan uang puluhan bahkan ratusan juta tetapi banyak jutaan orang yang hanya bersyukur dengan gaji seribu lima ratus K . menurut kalian apakah itu cukup sebulan , CUKUP ! Cukup jika kita selalu bersyukur walaupun kita hanya makan oseng tempe dan terong. Hidup ini kadang miris , yang kaya kelewat kaya dan yang miskin kelewat miskin. Ya ALLAH semoga engkau selalu melimpahkan berkat dan rahmat juga rejeki yang barokah kepada kami semua. Aamiin.

image from google

mengingat kata miris, apakah kalian sering melihat gaya hidup nongkrong di Kafe, joget di club, Mabuk or etc, Mungkin anda bilang saya gak perduli ! Sama , sebetulnya saya juga gak peduli , saya hanya miris dibalik kesempurnaan yang luar biasa tersimpan kekosongan yang dalam. Dunia ini palsu kawan , tinggal bagaimana anda menjalaninya. kadang orang yang dirasa bodoh dan tidak tahu apapun. sesuangguhnya penilaian anda salah, Kami punya mata untuk melihat, kami juga punya pemikiran kami masing-masing

Apakah kehidupan yang anda jalani di  dunia yang fana dan palsu ini membahagiakan anda  ?!






2 comments:

  1. kata orang uang itu netral bisa diarahkan untuk kebaikan dan sebaliknya.

    Alhamdulillah 6 tahun yang lalu saya pernah merasakan kehidupan yang penuh dengan hingar bingarnya dunia.

    Night club, karaoka, mau ngebir tiap hari un bisa kalau mau dan kuat. saat di Surabaya jumlah night club dan karaoke bisa dihitung dengan jari satu tangan, saya sudah pernah mencobanya...

    Baiknya bagi saya saat ini, sering senyum sendiri kalau ada orang ngajakin ke situ atau ngebir... duh itu jaman biyenku.

    Dan sering mikir juga banyak orang yang semakin naik ekonominya malah menuju ke situ.

    Sekarang jalani hidup dengan enjoy aja, mencoba jadi blogger :) dan pengajar freelance.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya begitu sih ya mas, tapi preferensi orang kadang gak bisa kita duga. dan hidup enjoy lebih menarik bukan ? dibanding dengan hidup dengan hingar bingar kehidupan kota yang berbanding terbalik . terimakasih sudah mampir :)

      Delete

Hello dear, tinggalkan komentar kalian dengan sopan disini ya .i will love to read and answer all of your comment. Thank you xoxo